Sunday, February 5, 2012
Banjir
Ruméh ané kebakaran garé-garé kompor mleduk
Ati ané gemeteran, wara-wiri keserimpet
Rumah ané kebanjiran gara-gara got mampet
....
Familiar dengan penggalan lagu diatas? ya, yang pasti lirik diatas bukan lirik lagunya Didi Kempot, Smash, 7 icon atau malah Kangen Band. Lirik tersebut diambil dari lagu Benyamin Sueb yang berjudul Kompor Meleduk, yang menceritakan tentang Jakarta kebanjiran.
Yang namanya kebanjiran, sebetulnya dipandang dari sudut manapun bikin kesel jiwa dan raga. Tapi kata orang tua, segala sesuatu itu harus diambil hikmahnya. Hujan itu kan berkah dari Tuhan, jadi banjir itu mungkin adalah berkah yang terlalu banyak. So, ambil positifnya saja. lalu, apa positifnya kebanjiran?
Setelah mikir beberapa saat dengan otak dangkalku ini, akhirnya aku menyimpulkan beberapa hal positif dari kebanjiran:
*Banjir = cuci motor gratis. Nah, ini bagi kamu yang males nyuci motor sendiri atau yang saking pelitnya tidak rela bayar Rp5000 untuk mencucikan motor. Lebih mantab lagi pas kebanjiran bawa sabun cuci motor sekaligus perlengkapannya, kemudian cuci saja motor kamu di tengah jalan. Malah efeknya kamu bisa jadi artis dadakan.
*Banjir = latihan surfing. Daripada jauh-jauh ke Bali cuma pengen belajar surfing, mahal. Mending naik motor melintasi jalanan yang kebanjiran. Saya jamin, sensasinya tidak kalah daripada surfing di pantai.
*Banjir = mandi gratis. Ini bagi kamu yang hidup di perkotaan. Saat banjir datang kamu bisa mandi gratis, tinggal pilih lokasi yang paling strategis dan bagus buat mejeng. Modal sabun dan gayung, byur.. byur.. byur... terserah mau mandi berapa kali sehari, yang pasti gratis.
*Banjir = Renang gratis. Ke kolam renang takut kelelep? males buang uang buat membayar tiket masuk? tenang, tunggu banjir datang, setelah itu puas-puasinlah berenang di jalanan.
![]() |
| tempat dan lokasi kurang tahu, asal comot dari google.com |
Kalau kamu praktekkan beberapa hal diatas, saya jamin tidak ada efek buruknya. Paling cuma gatal-gatal, mual, lemes, atau kamu dipaksa tinggal di Rumah sakit jiwa.
Kata simbah, "banjir adalah sebagian dari iman". Eh salah ding, "bagaikan menegakkan banjir yang basah". Ups salah lagi, "ada banjir dibalik batu". walah, apa sih, kok jadi lupa.

Subscribe to:
Post Comments (Atom)
