Thursday, December 5, 2013

Edisi Puisi ( Sok Galau )

Nah, kali ini aku mau posting puisi, puisi yang entah sudah berapa tahun aku sangat suka, sekarang masih. Puisi yang gak ada Bahasa Inggrisnya, Bahasa Belanda, atau Bahasa Arab, apalagi bahasa hewannya. Sekaligus jangan pernah tanya kenapa aku suka, hidup dan apa yang aku lakukan tak harus bisa dan dapat dijelaskan.

Berhubung aku anak dari ortuku, bukan anaknya si sastra, sebetulnya gak mudeng-mudeng banget maksud dari puisi berikut. Jadi, tanyakan saja ke anak sastra terdekat denganmu kalau ingin paham apa maksud dari puisi berikut.

Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan di tingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
Sudah berapa waktu bukan kanak lagi
Tapi dulu memang ada suatu bahan
Yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
Dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
Sebelum pada akhirnya kita menyerah

1949
oleh Chairil Anwar
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment